Puzzle IQ-Jogja didirikan di bawah bendera CV.Citra Grafika Jogja pd 19 Okt.1999.
Pd mulanya merupakan unit otonom yang memproduksi Mainan Anak (Toys), berbahan dasar limbah kayu jati, seperti mobil-mobilan, kapal-kapalan, aneka motor harley, etc.
Selanjutnya berkembang memproduksi Mainan Anak yang bisa dibongkar pasang atau Puzzle Toys.
Kemudian berkembang lagi dengan memproduksi Puzzle IQ (Educational Thinking Puzzle) yaitu salah satu jenis Mainan Anak, tidak berwarna (natural warna kayu), yang dapat dibongkar pasang ke wujud semula.
Nama Puzzle IQ dimunculkan untuk membedakan Mainan Anak ini dengan Mainan Anak yang dikhususkan ke dalam APE PAUD (Alat Peraga Edukatif untuk Pendidikan Anak Usia Dini). Masyarakat Indonesia sering menyebut Mainan Anak jenis ini dengan sebutan Mainan TK/PAUD atau Alat Peraga TK/PAUD. Hanya saja, dalam perjalanan waktu, ternyata Puzzle IQ seringkali mendapat sebutan Puzzle dari mayoritas masyarakat di Indonesia, sembari memperagakan gerakan diputar-putar dengan tangan. Ternyata, mereka menganggap Puzzle IQ merupakan jenis Mainan Anak sejenis dengan Rubic's Cube. Pada hal Rubic's Cube hanya merupakan salah satu item dari Puzzle IQ. Mungkin hal ini dikarenakan tingkat kepopuleran Puzzle IQ kalah jauh bila dibandingkan dengan Rubic's Cube. Tidak salah memang. Namun sangat disayangkan bilamana hal ini tidak dijelaskan atau dibiarkan berlarut-larut. Mengapa? Sebagai salah satu bentuk pengetahuan yang sangat kompleks di bidang Alat Peraga Pendidikan, tentu banyak informasi yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang respek dan antusias untuk mengetahuinya. Apa manfaatnya bagi psikologi perkembangan anak? Bagaimana cara memainkannya dengan benar? Tidak dirusak/dibanting/dilempar/digergaji/etc. Apa hubungannya dengan dunia pendidikan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa dimunculkan untuk mengetahui seluk beluk Mainan Anak yang berkolaborasi Puzzle Toys menjadi Puzzle IQ/Puzzle Educational Thinking ini.
Puzzle IQ berdasarkan rujukan dari beberapa artikel ilmiah di dalam Jurnal American Psychology, pada umumnya bertujuan mengeksplorasi/memperkaya/meningkatkan kemampuan kinerja Otak Kanan Anak sejak usia dini 6 bulan-usia Golden Age 3-6 tahun), di mana EQ (Emotional Quotien) Anak perlu mendapatkan sentuhan kreatif/inovatif guna memperkaya kemampuan aspek Kesabaran, Ketekunan, Ketelatenan, dan Ketelitian dalam memecahkan masalah (Problem Solving) yang sering dihadapi oleh anak dalam dunianya sendiri, bukan dunia anak di dalam dunia orang tua. Ke-empat aspek tersebut sangat erat berhubungan dengan dunia pendidikan khususnya aspek Kognisi, Afeksi, dan Psikomotor anak. Dalam bahasa sederhana, bagaimana mengembangkan kemampuan kecerdasan anak sehingga memperkuat bahkan mendukung kemampuan kepandaian anak di segala bidang.
"Anak Pandai belum tentu Cerdas, tapi Anak Cerdas sudah tentu Pandai"
"Sesungguhnya, Anak Genius itu tidak ada, tapi Anak yang mengeksplorasi 99% kemampuan otak kanannya dalam memecahkan setiap permasalahan yang dihadapinya, itulah Geniusitas seorang Anak yang Cerdas"
Salatiga, 1 Juli 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment